Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) merupakan pendidikan lanjutan dari Program Studi Farmasi. Salah satu syarat pendirian PSPA yaitu Fakultas atau Program Studi Sarjana Farmasi disyaratkan harus sudah terakreditasi B. Hal tersebut yang menjadi peluang untuk pendirian Program Studi Profesi Apoteker di ULM, karena di Kalimantan Selatan hanya Program Studi S1 Farmasi ULM yang telah mendapatkan akreditasi B. Berdasarkan SK Menristek Dikti RI Nomor 458/KPT/I/2016 tentang Pembukaan Program Studi Profesi Apoteker Pada Universitas Lambung Mangkurat, maka Program Studi Profesi Apoteker resmi berdiri. Pendirian Program Studi Profesi Apoteker ini diharapkan dapat ikut andil dalam meningkatkan posisi Indonesia di dunia, dengan cara menghasilkan lulusan yang kompeten sehingga dapat meningkatkan pelayanan kefarmasian dimasyarakat yang dapat meningkatkan kesehatan.

Pendidikan Apoteker memiliki perbedaan mendasar dengan Program Studi Sarjana Farmasi yaitu pada Program Studi Sarjana Farmasi mempelajari mengenai keilmuan dasar kefarmasian sedangkan pada pendidikan Apoteker merupakan aplikasi dalam penerapan pengetahuan secara profesional dan memenuhi aspek etik pada pelayanan farmasi sesungguhnya yaitu pada Rumah Sakit, Apotek, Industri Farmasi, Balai Pengawasan Obat dan Makanan, laboratorium kesehatan, gudang farmasi dan Puskesmas. Oleh karena itu, lulusannya dapat melaksanakan pekerjaan profesi apoteker secara nasional dan internasional (dapat dilakukan uji penyetaraan atau kompetensi tergantung dari negara yang dituju).

PSPA menerima sejumlah 31 calon mahasiswa yang berasal dari alumni ULM dan non-ULM. Calon mahasiswa yang berasal dari non-ULM diantaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Jember, Sekolah Tinggi Farmasi Bandung, Universitas Ahmad Dahlan, dan Institut Sains dan Teknologi Al Kamal. Calon mahasiswa telah lulus dalam seleksi administrasi dan Computer Based Test (CBT) yang telah diselenggarakan pada 26 Januari 2016. Calon mahasiswa PSPA direncanakan akan menempuh 1 tahun masa studi yang terbagi atas perkuliahan reguler pada semester pertama dan Praktek Kerja Profesi Apoteker pada semester kedua di Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, BPOM, Gudang Farmasi, dan Pedagang Besar Farmasi (PBF). Praktek Kerja Profesi Apoteker  (PKPA) tidak terbatas pada institusi pemerintah di daerah Kalsel karena mencakup PKPA di Rumah Sakit Margono Purwokerto dan Siam University Hospital (Thailand) bagi mahasiswa terpilih. Apotek Pendidikan ULM yang telah berdiri ikut mendukung dalam proses pembelajaran mahasiswa PSPA ULM.

Tantangan terbesar bagi PSPA ULM adalah Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) yang diselenggarakan Panitia Nasional UKAI. Kelulusan dalam UKAI nantinya akan menjadi persyaratan untuk mahasiswa mendapat Sertifikat Kompetensi yang akan digunakan sebagai syarat untuk dapat bekerja di bidang pelayanan kefarmasian. (Ikhwan)