Rasa bangga ditunjukkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA), HG (P) Rusdi Effendi AR ketika meninjau gedung apotek pendidikan di kampus Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Senin (23/1). Bersama Rektor ULM, Sutarto Hadi beserta jajaran, kegiatan peninjauan bangunan dilakukan sebagai langkah persiapan karena pada 20 Februari nanti akan diresmikan bersamaan dengan pembukaan sekaligus kuliah perdana Program Studi Profesi Apoteker.

Prodi baru fakultas MIPA juga membuat Rusdi begitu bangga terhadap ULM. Terpantau, Rusdi begitu antusias mengecek bagian gedung dan taman. “Ini suatu peningkatan, ULM makin maju dan berkembang. Adanya apotek pendidikan dan prodi baru bentuk pelayanan kepada masyarakat. Tentunya harus kira apresiasi,”kata Rusdi. Senyum kagum tak hentinya Rusdi tebar, dia akui dengan adanya apotek pendidikan mahasiswa juga bisa belajar sambil melayani masyarakat. “Apotek pendidikan ini harus kita benahi terus. Untuk itu IKA turun langsung memantau lokasi agar apa yang diperlukan kita siap bantu. Nanti sekitar gedung akan dibangun 10 Gazebo dan kursi antik agar semakin cantik,” beber Rusdi.

Sutarto mengatakan sekitar gedung juga akan dipercantik dengan taman. Apotek bisa untuk praktik dokter. Juga bisa untuk melayani mahasiswa seperti pembelian obat. Masyarakat umum juga bisa terlayani karena akan disiapkan layanan konsultasi dengan dokter. “Saya harap Walikota Banjarbaru bisa mendukung juga. Dibantu agar perizinan untuk apotek ini jadi prioritas. Nanti saya akan temui pak Wali. Ke depan diwacanakan akan dimasukkan dalam komponen UKT, jadi mahasiswa bisa menebus obat gratis,” katanya.

Dekan FMIPA, Heri Budi Santoso, mengatakan karena Prodi S1 Farmasi sudah akreditasi B jadi bisa gelar prodi baru yakni profesi apoteker. Prodi profesi apoteker merupakan prodi lanjutan lulusan S1 Farmasi. “Sulit untuk bisa gelar prodi profesi pendidikan ini, karena syaratnya ya harus punya apotek pendidikan ini. Jadi kebanggaan tentunya,” katanya.

Ketua Prodi Profesi Apoteker, Difa Intannia mengatakan tahun perdana prodi profesi apoteker sudah menyedot antusias pelamar. “Selama ini di Kal-Sel tidak ada prodi profesi apoteker. Tidak perlu ke Jawa, cukup di ULM,” kata Difa. (kur/BPost)